Selasa, 12 April 2011

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.

Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.


kabupaten

1.Bantul beribukota di Bantul
2.Sleman beribukota di Sleman
3.Gunungkidul beribukota di Wonosari
4.Kulon Progo beribukota di Sentolo
5.Kota Besar Yogyakarta


tentang pendidikan
Kota Yogyakarta selain dijuluki sebagai Kota Gudeg, juga dijuluki Kota Pelajar. Di kota ini terdapat universitas negeri tertua di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga berbagai universitas swasta terkenal lainnya seperti UPN "Veteran", AMIKOM, STMIK AKAKOM,Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD),STIE YKPN, STIE SBI, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD", Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Indonesia (UII) yang merupakan universitas swasta tertua di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Sanata Dharma (USD), [Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)],Univrsitas PGRI yogyakarta (UPY), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), dan lain sebagainya, selain Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Sunan Kalijaga)dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dan beberapa program kejuruan yang menawarkan jenjang D3 sepereti POLISENI, POLTEKES, dll. Bisa dikatakan bahwa di kota ini sebagian besar penduduknya relatif memiliki pendidikan sampai tingkat SMU.[rujukan?]

Yogyakarta International School (YIS) adalah satu satunya sekolah internasional yang ada di Yogyakarta.

Akademi Angkatan Udara (AAU) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Udara di Bandar Udara Adi Sutjipto Yogyakarta, Indonesia. SMK Penerbangan dan STTA (Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto) berada di Yogyakarta pula. LPLP Tutuko adalah lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta).

Berbagai pendidikan kesehatan seperti akademi keperawatan dan akademi kebidanan.

Pendidikan kursus dan pelatihan untuk instansi, organisasi, perorangan (privat) dan umum.


upacara adat
Sekaten
Nabi Besar Muhammad S.A.W. lahir pada tanggal 12 bulan Maulud, bulan ke tiga dari tahun Jawa. Di Yogyakarta, biasanya kelahiran Nabi diperingati dengan upacara Grebeg Maulud. Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad. Diselenggarakan pada tanggal 5 hingga tanggal 12 dari bulan yang sama.


foto tentang jogja
jogja
stasiun tugu
sultan Jogja saat ini


angkringan
Jika Anda sempat tinggal di Jogja atau hanya singgah sementara Anda mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya Angkringan. Angkringan , seperti yang dilihat di gambar samping adalah tempat berjualan berbagai macam makanan yang banyak dijumpai di kota Jogja.

Makanan yang dijual cukup beragam, ada nasi kucing, gorengan, sate, teh manis, wedang jahe, dan masih banyak lainnya. Umumnya beroperasi di sore sampai dini hari walau tidak sedikit juga yang bisa dijumpai disiang hari.

Angkringan walau sering dicap sebagai warung rendahan memiliki konsumen yang beragam, mulai dari penduduk pribumi Jogja, sopir angkot, tukang becak, pekerja kasar, seniman, budayawan, juga tidak ketinggalan mahasswa dan dosen bahkan masyarakat kelas eksekutif.

Macam-macam perilaku konsumen yang dapat ditemui di angkringan. Ada yang hanya sekedar membeli dan kemudian membawanya pulang, ada yang makan sebentar terus pulang ada juga tipe 'pelanggan setia" yaitu konsumen yang datang, makan, ngobrol, pergi, datang lagi, makan lagi dan ngobrol lagi.

Berbicara soal ngobrol di angkringan, ada banyak tema yang biasa dibahas tapi biasanya selain membahas permasalahan pribadi konsumen tidak jarang juga membahas persoalan yang sedang 'hot' yang terjadi di sekitar baik itu sekitar wilayah operasi kerja mereka atau bahkan yang sedang gencar-gencar diberitakan di radio dan televisi.

Dilihat dari segi ekonomi, usaha angkringan cukup menjanjikan. Keuntungan dari usaha angkringan ini bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu perhari. Malah ada informasi ada sebuah angkringan yang omzetnya bisa mencapai jutaan satu malam. Pedagang angkringan, setahu penulis, biasanya cukup bermodalkan tenda dan gerobak dan sedikit peralatan masak seperti kompor dan teko untuk memanaskan air. Sedangkan untuk barang yang dijual lebih banyak mengandalkan barang dari pemasok kecuali gula dan jeruk nipis untuk bahan teh manis dan es jeruk, dua minuman yang paling laris di jual.

Sedikit tips bagi Anda yang ingin mencoba menu angkringan, jika Anda memiiki uang yang cukup ada baiknya Anda memilih untuk langsung mencicipi menu angkringan di tempat sedangkan bagi yang memiliki uang pas-pasan, seperti yang sering dialami penulis sewaktu masih kuliah di Jogja, lebih memilih untuk menjadi pembeli yang membeli menu sesuai kebutuhan terus kemudian pulang (tidak dimakan di tempat, pen). Bukan apa-apa sebenarnya hanya saja jika memilih untuk makan di tempat khawatir akan banyak makanan yang 'dicomot', ingin ini, ingin itu yang kalau nanti di kalkulasi 'jatunya' bisa lebih mahal daripada membeli nasi plus ayam bakar di warung nasi orang Bengkulu.

Berikut dafta harga dari menu yang biasa ada di angkringan sampai dengan petengahan tahun 2006.

- Nasi kucing @ Rp. 1000 - Rp 1500
- Gorengan @ Rp. 500
- Sate @ Rp. 1500
- Es teh Manis @ Rp. 1500
- Es Jeruk @ Rp. 1500

Ada juga yang menjual es teh manis dan es jeruk seharga Rp. 1000. Sedangkan nasi plus ayam bakar yang penulis tulis di atas bisa dibeli seharga Rp. 5000, untuk yang satu ini update tanggal 10 september 2010 saat penulis bersilaturrahiim ke kost lama di Jogja.

Jangan Buang Sam Pah diSini

Ratu Boko 1

Ratu Boko 2

Bermula dari kenginan lama saia untuk mengelilingi jogja, melihat jogja dari mulai tempat paling ramai, paling sepi, dari ujung barat, sampai ujung timur. Dan mengisi waktu senggang. Akhirnya saia memutuskan untuk berjalan2 di liburan 2 minggu ini.

Bersama 2 orang tukang kebun yang tidak ada kerjaan juga. Saia menjelajahi kota jogjakarta ini. Karena spotnya banyak maka trip ini dibagi dalam beberapa hari, ini pun bermodalkan kamera pinjaman dari Roni.

Hari Pertama
Hanya sekitar daerah malioboro dan sekitarnya. Sebentar saja, karena malam hari, dan turun hujan. Yang menarik adalah makan oseng2 mercon di sebelah barat PKU yang pedasnya bikin nagih. Wow..!!

Hari Kedua
Berkunjung ke daerah barat, menjumpai batas barat Jogjakarta, serta benar2 menemukan Bener. Kepanasan di wirobrajan hingga melihat indahnya jingga saat senja di Jambon. Malamnya melihat para turis lokal berkeliaran di Sosrowijayan. Melegakan.

Hari Ketiga
Hari ini banyak sekali rencananya, namun ternyata hanya satu tempat yang mampu saia datangi. Yakni, Candi Ratu Boko. Letaknya di sebelah selatan Candi Prambanan. Tempatnya yang agak sedikit di ketinggian membuat kami kelelahan menaiki tangganya. Ternyata memang luar biasa, benar2 bagus. Karena ini tidak seperti candi yang lain, ini lebih tepatnya seperti pagelaran. Pulangnya sempat mampir di bandara. Acara hari ini juga hanya sebentar, karena hambatan yang sama, hujan.

Hari Keempat
Dengan kamera pinjaman juga dari Tomi, saia mencoba eksotisme timurnya Jogjakarta. Karena keburu sore, sehingga dibatasi hanya sekitar Kotagede, dan Giwangan.

Meskipun tidak semua tempat dapat saia datangi, karena waktu dan tenaga. Namun tetap saja ini merupakan pengalaman yang cukup mengasyikkan. Mengingat banyak hal yang akan mengingatkan saia terhadap kota ini. Semoga saia akan menjelajahi kota ini dalam waktu dekat. Dan dapat membagi pengalaman ini dengan kalian tentunya.hehe

Senja di Jambon


YOGYAKARTA

JOGJA / YOGYAKARTA - Surga Wisatawan di Pulau Jawa, Indonesia

Share | |

YOGYAKARTA (sering juga disebut Jogja, Yogya, atau Jogya) terletak di tengah Pulau Jawa - Indonesia, tempat segalanya masih murah. Cukup dengan 200rb sehari, Anda sudah bisa menginap, menyantap masakan tradisional yang terkenal, dan menyewa motor untuk menjelajahi pantai-pantai yang masih perawan dan candi-candi kuno berusia ribuan tahun.


Borobudur

Seribu tahun silam, Yogyakarta merupakan pusat kerajaan Mataram Kuno yang makmur dan memiliki peradaban tinggi. Kerajaan inilah yang mendirikan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja. Peninggalan lainnya adalah Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, dan puluhan candi lainnya yang sudah direstorasi maupun yang masih terpendam di bawah tanah (lihat Wisata Candi).

Namun oleh suatu sebab yang misterius, Kerajaan Mataram Kuno memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur pada abad ke-10. Candi-candi megah itu pun terbengkalai dan sebagian tertimbun material letusan Gunung Merapi. Perlahan-lahan, wilayah Yogyakarta pun kembali menjadi hutan yang lebat.

Enam ratus tahun kemudian, Panembahan Senopati mendirikan Kerajaan Mataram Islam di wilayah ini. Sekali lagi Yogyakarta menjadi saksi sejarah kerajaan besar yang menguasai Pulau Jawa dan sekitarnya. Kerajaan Mataram Islam ini meninggalkan jejak berupa reruntuhan benteng dan makam kerajaan di Kotagede yang kini dikenal sebagai pusat kerajinan perak di Yogyakarta (lihat Wisata Sejarah).


Wayang Kulit Show

Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 membagi Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasunan Surakarta yang berpusat di Kota Solo dan Kesultanan Yogyakarta yang mendirikan istananya di Kota Jogja. Kraton (istana) tersebut masih berdiri hingga kini dan masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya, lengkap dengan ratusan abdi dalem yang secara sukarela menjalankan tradisi di tengah perubahan jaman. Di Kraton, setiap hari ada pagelaran budaya berupa pertunjukan wayang kulit, gamelan, sendratari Jawa, dsb (lihat Jadwal Acara).

Yogyakarta pada masa kini merupakan tempat tradisi dan dinamika modern berjalan berdampingan. Di Yogyakarta ada kraton dengan ratusan abdi dalem yang setia menjalankan tradisi, namun juga ada Universitas Gadjah Mada yang merupakan salah satu universitas terkemuka di Asia Tenggara. Di Yogyakarta sebagian masyarakat hidup dalam budaya agraris yang kental, namun juga ada kaum mahasiswa dengan gaya hidup pop. Di Yogyakarta ada pasar tradisional dan barang kerajinan sementara di sebelahnya berdiri mall yang tak kalah ramainya.


Pantai Sundak

Di ujung utara Yogyakarta, Anda akan melihat Gunung Merapi berdiri dengan gagah setinggi 9738 kaki. Gunung ini adalah salah satu dari gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Jejak ganasnya letusan Gunung Merapi tahun 2006 lalu bisa disaksikan di Desa Kaliadem, 30 km dari Kota Jogja. Pemandangan bergaya Mooi Indiƫ berupa hamparan sawah nan hijau dan Gunung Merapi sebagai latar belakang masih bisa dilihat di pinggiran Kota Jogja (lihat Wisata Alam).

Di bagian selatan Yogyakarta, Anda akan menemukan banyak pantai. Pantai yang paling terkenal adalah Pantai Parangtritis dengan legenda Nyi Roro Kidul, namun Yogyakarta juga memiliki pantai-pantai alami yang indah di Gunung Kidul. Anda bisa melihat Pantai Sadeng yang merupakan muara Sungai Bengawan Solo purba sebelum kekuatan tektonik yang dahsyat mengangkat permukaan Pulau Jawa bagian selatan sehingga aliran sungai tersebut berbalik ke utara seperti saat ini. Anda juga bisa mengunjungi Pantai Siung yang memiliki 250 jalur panjat tebing, Pantai Sundak, dan lain-lain (lihat Pantai).

Malaysia memiliki menara kembar tertinggi di dunia, Yogyakarta memiliki Candi Prambanan yang menjulang setinggi 47 meter dan dibuat dengan tangan 1100 tahun sebelumnya. Singapura memiliki kehidupan modern, Yogyakarta memiliki masyarakat agraris yang tradisional. Thailand dan Bali memiliki pantai-pantai yang indah, Yogyakarta memiliki pantai-pantai alami dan Gunung Merapi yang menyimpan cerita tentang betapa dahsyatnya kekuatan alam.

Kombinasi yang unik antara candi-candi kuno, sejarah, tradisi, budaya, dan kekuatan alam menjadikan Yogyakarta sangat layak untuk dikunjungi. Situs YogYES.COM akan membantu Anda merencanakan kunjungan ke Yogyakarta dan menikmati pesona terbaik dari tempat ini. Kami menyediakan informasi yang melimpah tentang obyek wisata, hotel bintang, hotel murah, restoran, warung makan, biro wisata, rental mobil dan segala informasi yang Anda butuhkan untuk berwisata ke Yogyakarta / Jogja.

Selanjutnya: cara mencapai Yogyakarta

JOGJA / YOGYAKARTA - Surga Wisatawan di Pulau Jawa, Indonesia

Share | |

YOGYAKARTA (sering juga disebut Jogja, Yogya, atau Jogya) terletak di tengah Pulau Jawa - Indonesia, tempat segalanya masih murah. Cukup dengan 200rb sehari, Anda sudah bisa menginap, menyantap masakan tradisional yang terkenal, dan menyewa motor untuk menjelajahi pantai-pantai yang masih perawan dan candi-candi kuno berusia ribuan tahun.


Borobudur

Seribu tahun silam, Yogyakarta merupakan pusat kerajaan Mataram Kuno yang makmur dan memiliki peradaban tinggi. Kerajaan inilah yang mendirikan Candi Borobudur yang merupakan candi Buddha terbesar di dunia, 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja. Peninggalan lainnya adalah Candi Prambanan, Istana Ratu Boko, dan puluhan candi lainnya yang sudah direstorasi maupun yang masih terpendam di bawah tanah (lihat Wisata Candi).

Namun oleh suatu sebab yang misterius, Kerajaan Mataram Kuno memindahkan pusat pemerintahannya ke Jawa Timur pada abad ke-10. Candi-candi megah itu pun terbengkalai dan sebagian tertimbun material letusan Gunung Merapi. Perlahan-lahan, wilayah Yogyakarta pun kembali menjadi hutan yang lebat.

Enam ratus tahun kemudian, Panembahan Senopati mendirikan Kerajaan Mataram Islam di wilayah ini. Sekali lagi Yogyakarta menjadi saksi sejarah kerajaan besar yang menguasai Pulau Jawa dan sekitarnya. Kerajaan Mataram Islam ini meninggalkan jejak berupa reruntuhan benteng dan makam kerajaan di Kotagede yang kini dikenal sebagai pusat kerajinan perak di Yogyakarta (lihat Wisata Sejarah).


Wayang Kulit Show

Perjanjian Giyanti pada tahun 1755 membagi Kerajaan Mataram Islam menjadi Kasunan Surakarta yang berpusat di Kota Solo dan Kesultanan Yogyakarta yang mendirikan istananya di Kota Jogja. Kraton (istana) tersebut masih berdiri hingga kini dan masih berfungsi sebagai tempat tinggal sultan dan keluarganya, lengkap dengan ratusan abdi dalem yang secara sukarela menjalankan tradisi di tengah perubahan jaman. Di Kraton, setiap hari ada pagelaran budaya berupa pertunjukan wayang kulit, gamelan, sendratari Jawa, dsb (lihat Jadwal Acara).

Yogyakarta pada masa kini merupakan tempat tradisi dan dinamika modern berjalan berdampingan. Di Yogyakarta ada kraton dengan ratusan abdi dalem yang setia menjalankan tradisi, namun juga ada Universitas Gadjah Mada yang merupakan salah satu universitas terkemuka di Asia Tenggara. Di Yogyakarta sebagian masyarakat hidup dalam budaya agraris yang kental, namun juga ada kaum mahasiswa dengan gaya hidup pop. Di Yogyakarta ada pasar tradisional dan barang kerajinan sementara di sebelahnya berdiri mall yang tak kalah ramainya.


Pantai Sundak

Di ujung utara Yogyakarta, Anda akan melihat Gunung Merapi berdiri dengan gagah setinggi 9738 kaki. Gunung ini adalah salah satu dari gunung berapi yang paling aktif di Indonesia. Jejak ganasnya letusan Gunung Merapi tahun 2006 lalu bisa disaksikan di Desa Kaliadem, 30 km dari Kota Jogja. Pemandangan bergaya Mooi Indiƫ berupa hamparan sawah nan hijau dan Gunung Merapi sebagai latar belakang masih bisa dilihat di pinggiran Kota Jogja (lihat Wisata Alam).

Di bagian selatan Yogyakarta, Anda akan menemukan banyak pantai. Pantai yang paling terkenal adalah Pantai Parangtritis dengan legenda Nyi Roro Kidul, namun Yogyakarta juga memiliki pantai-pantai alami yang indah di Gunung Kidul. Anda bisa melihat Pantai Sadeng yang merupakan muara Sungai Bengawan Solo purba sebelum kekuatan tektonik yang dahsyat mengangkat permukaan Pulau Jawa bagian selatan sehingga aliran sungai tersebut berbalik ke utara seperti saat ini. Anda juga bisa mengunjungi Pantai Siung yang memiliki 250 jalur panjat tebing, Pantai Sundak, dan lain-lain (lihat Pantai).

Malaysia memiliki menara kembar tertinggi di dunia, Yogyakarta memiliki Candi Prambanan yang menjulang setinggi 47 meter dan dibuat dengan tangan 1100 tahun sebelumnya. Singapura memiliki kehidupan modern, Yogyakarta memiliki masyarakat agraris yang tradisional. Thailand dan Bali memiliki pantai-pantai yang indah, Yogyakarta memiliki pantai-pantai alami dan Gunung Merapi yang menyimpan cerita tentang betapa dahsyatnya kekuatan alam.

Kombinasi yang unik antara candi-candi kuno, sejarah, tradisi, budaya, dan kekuatan alam menjadikan Yogyakarta sangat layak untuk dikunjungi. Situs YogYES.COM akan membantu Anda merencanakan kunjungan ke Yogyakarta dan menikmati pesona terbaik dari tempat ini. Kami menyediakan informasi yang melimpah tentang obyek wisata, hotel bintang, hotel murah, restoran, warung makan, biro wisata, rental mobil dan segala informasi yang Anda butuhkan untuk berwisata ke Yogyakarta / Jogja.

Selanjutnya: cara mencapai Yogyakarta