Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.
Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.
Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.
kabupaten
1.Bantul beribukota di Bantul
2.Sleman beribukota di Sleman
3.Gunungkidul beribukota di Wonosari
4.Kulon Progo beribukota di Sentolo
5.Kota Besar Yogyakarta
tentang pendidikan
Kota Yogyakarta selain dijuluki sebagai Kota Gudeg, juga dijuluki Kota Pelajar. Di kota ini terdapat universitas negeri tertua di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga berbagai universitas swasta terkenal lainnya seperti UPN "Veteran", AMIKOM, STMIK AKAKOM,Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD),STIE YKPN, STIE SBI, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD", Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Indonesia (UII) yang merupakan universitas swasta tertua di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Sanata Dharma (USD), [Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)],Univrsitas PGRI yogyakarta (UPY), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), dan lain sebagainya, selain Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Sunan Kalijaga)dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dan beberapa program kejuruan yang menawarkan jenjang D3 sepereti POLISENI, POLTEKES, dll. Bisa dikatakan bahwa di kota ini sebagian besar penduduknya relatif memiliki pendidikan sampai tingkat SMU.[rujukan?]
Yogyakarta International School (YIS) adalah satu satunya sekolah internasional yang ada di Yogyakarta.
Akademi Angkatan Udara (AAU) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Udara di Bandar Udara Adi Sutjipto Yogyakarta, Indonesia. SMK Penerbangan dan STTA (Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto) berada di Yogyakarta pula. LPLP Tutuko adalah lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta).
Berbagai pendidikan kesehatan seperti akademi keperawatan dan akademi kebidanan.
Pendidikan kursus dan pelatihan untuk instansi, organisasi, perorangan (privat) dan umum.
Yogyakarta International School (YIS) adalah satu satunya sekolah internasional yang ada di Yogyakarta.
Akademi Angkatan Udara (AAU) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Udara di Bandar Udara Adi Sutjipto Yogyakarta, Indonesia. SMK Penerbangan dan STTA (Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto) berada di Yogyakarta pula. LPLP Tutuko adalah lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta).
Berbagai pendidikan kesehatan seperti akademi keperawatan dan akademi kebidanan.
Pendidikan kursus dan pelatihan untuk instansi, organisasi, perorangan (privat) dan umum.
upacara adat
Sekaten
Nabi Besar Muhammad S.A.W. lahir pada tanggal 12 bulan Maulud, bulan ke tiga dari tahun Jawa. Di Yogyakarta, biasanya kelahiran Nabi diperingati dengan upacara Grebeg Maulud. Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad. Diselenggarakan pada tanggal 5 hingga tanggal 12 dari bulan yang sama.
Nabi Besar Muhammad S.A.W. lahir pada tanggal 12 bulan Maulud, bulan ke tiga dari tahun Jawa. Di Yogyakarta, biasanya kelahiran Nabi diperingati dengan upacara Grebeg Maulud. Sekaten merupakan upacara pendahuluan dari peringatan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad. Diselenggarakan pada tanggal 5 hingga tanggal 12 dari bulan yang sama.
foto tentang jogja
angkringan
Jika Anda sempat tinggal di Jogja atau hanya singgah sementara Anda mungkin sudah tidak asing dengan yang namanya Angkringan. Angkringan , seperti yang dilihat di gambar samping adalah tempat berjualan berbagai macam makanan yang banyak dijumpai di kota Jogja.
Makanan yang dijual cukup beragam, ada nasi kucing, gorengan, sate, teh manis, wedang jahe, dan masih banyak lainnya. Umumnya beroperasi di sore sampai dini hari walau tidak sedikit juga yang bisa dijumpai disiang hari.
Angkringan walau sering dicap sebagai warung rendahan memiliki konsumen yang beragam, mulai dari penduduk pribumi Jogja, sopir angkot, tukang becak, pekerja kasar, seniman, budayawan, juga tidak ketinggalan mahasswa dan dosen bahkan masyarakat kelas eksekutif.
Macam-macam perilaku konsumen yang dapat ditemui di angkringan. Ada yang hanya sekedar membeli dan kemudian membawanya pulang, ada yang makan sebentar terus pulang ada juga tipe 'pelanggan setia" yaitu konsumen yang datang, makan, ngobrol, pergi, datang lagi, makan lagi dan ngobrol lagi.
Berbicara soal ngobrol di angkringan, ada banyak tema yang biasa dibahas tapi biasanya selain membahas permasalahan pribadi konsumen tidak jarang juga membahas persoalan yang sedang 'hot' yang terjadi di sekitar baik itu sekitar wilayah operasi kerja mereka atau bahkan yang sedang gencar-gencar diberitakan di radio dan televisi.
Dilihat dari segi ekonomi, usaha angkringan cukup menjanjikan. Keuntungan dari usaha angkringan ini bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu perhari. Malah ada informasi ada sebuah angkringan yang omzetnya bisa mencapai jutaan satu malam. Pedagang angkringan, setahu penulis, biasanya cukup bermodalkan tenda dan gerobak dan sedikit peralatan masak seperti kompor dan teko untuk memanaskan air. Sedangkan untuk barang yang dijual lebih banyak mengandalkan barang dari pemasok kecuali gula dan jeruk nipis untuk bahan teh manis dan es jeruk, dua minuman yang paling laris di jual.
Sedikit tips bagi Anda yang ingin mencoba menu angkringan, jika Anda memiiki uang yang cukup ada baiknya Anda memilih untuk langsung mencicipi menu angkringan di tempat sedangkan bagi yang memiliki uang pas-pasan, seperti yang sering dialami penulis sewaktu masih kuliah di Jogja, lebih memilih untuk menjadi pembeli yang membeli menu sesuai kebutuhan terus kemudian pulang (tidak dimakan di tempat, pen). Bukan apa-apa sebenarnya hanya saja jika memilih untuk makan di tempat khawatir akan banyak makanan yang 'dicomot', ingin ini, ingin itu yang kalau nanti di kalkulasi 'jatunya' bisa lebih mahal daripada membeli nasi plus ayam bakar di warung nasi orang Bengkulu.
Berikut dafta harga dari menu yang biasa ada di angkringan sampai dengan petengahan tahun 2006.
- Nasi kucing @ Rp. 1000 - Rp 1500
- Gorengan @ Rp. 500
- Sate @ Rp. 1500
- Es teh Manis @ Rp. 1500
- Es Jeruk @ Rp. 1500
Ada juga yang menjual es teh manis dan es jeruk seharga Rp. 1000. Sedangkan nasi plus ayam bakar yang penulis tulis di atas bisa dibeli seharga Rp. 5000, untuk yang satu ini update tanggal 10 september 2010 saat penulis bersilaturrahiim ke kost lama di Jogja.
Makanan yang dijual cukup beragam, ada nasi kucing, gorengan, sate, teh manis, wedang jahe, dan masih banyak lainnya. Umumnya beroperasi di sore sampai dini hari walau tidak sedikit juga yang bisa dijumpai disiang hari.
Angkringan walau sering dicap sebagai warung rendahan memiliki konsumen yang beragam, mulai dari penduduk pribumi Jogja, sopir angkot, tukang becak, pekerja kasar, seniman, budayawan, juga tidak ketinggalan mahasswa dan dosen bahkan masyarakat kelas eksekutif.
Macam-macam perilaku konsumen yang dapat ditemui di angkringan. Ada yang hanya sekedar membeli dan kemudian membawanya pulang, ada yang makan sebentar terus pulang ada juga tipe 'pelanggan setia" yaitu konsumen yang datang, makan, ngobrol, pergi, datang lagi, makan lagi dan ngobrol lagi.
Berbicara soal ngobrol di angkringan, ada banyak tema yang biasa dibahas tapi biasanya selain membahas permasalahan pribadi konsumen tidak jarang juga membahas persoalan yang sedang 'hot' yang terjadi di sekitar baik itu sekitar wilayah operasi kerja mereka atau bahkan yang sedang gencar-gencar diberitakan di radio dan televisi.
Dilihat dari segi ekonomi, usaha angkringan cukup menjanjikan. Keuntungan dari usaha angkringan ini bisa mencapai puluhan bahkan ratusan ribu perhari. Malah ada informasi ada sebuah angkringan yang omzetnya bisa mencapai jutaan satu malam. Pedagang angkringan, setahu penulis, biasanya cukup bermodalkan tenda dan gerobak dan sedikit peralatan masak seperti kompor dan teko untuk memanaskan air. Sedangkan untuk barang yang dijual lebih banyak mengandalkan barang dari pemasok kecuali gula dan jeruk nipis untuk bahan teh manis dan es jeruk, dua minuman yang paling laris di jual.
Sedikit tips bagi Anda yang ingin mencoba menu angkringan, jika Anda memiiki uang yang cukup ada baiknya Anda memilih untuk langsung mencicipi menu angkringan di tempat sedangkan bagi yang memiliki uang pas-pasan, seperti yang sering dialami penulis sewaktu masih kuliah di Jogja, lebih memilih untuk menjadi pembeli yang membeli menu sesuai kebutuhan terus kemudian pulang (tidak dimakan di tempat, pen). Bukan apa-apa sebenarnya hanya saja jika memilih untuk makan di tempat khawatir akan banyak makanan yang 'dicomot', ingin ini, ingin itu yang kalau nanti di kalkulasi 'jatunya' bisa lebih mahal daripada membeli nasi plus ayam bakar di warung nasi orang Bengkulu.
Berikut dafta harga dari menu yang biasa ada di angkringan sampai dengan petengahan tahun 2006.
- Nasi kucing @ Rp. 1000 - Rp 1500
- Gorengan @ Rp. 500
- Sate @ Rp. 1500
- Es teh Manis @ Rp. 1500
- Es Jeruk @ Rp. 1500
Ada juga yang menjual es teh manis dan es jeruk seharga Rp. 1000. Sedangkan nasi plus ayam bakar yang penulis tulis di atas bisa dibeli seharga Rp. 5000, untuk yang satu ini update tanggal 10 september 2010 saat penulis bersilaturrahiim ke kost lama di Jogja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar